Jumat, 22 Februari 2013

Introvert itu...

.. keren.

Perhatikan ini: Sendiri dalam keramaian. Terlihat begitu serius pada suatu topik. Pada saat suasana sedang tegang malah cuek, nggak peduli. Selalu berbeda, bagai sebuah anomali, tak seperti kebanyakan orang. Selalu diam dalam diskusi, tapi bukan pemalu dan pendiam, hanya kurang basa – basi, dan saat berpendapat selalu blak - blakan tanpa berputar – putar. Selalu menonjol, tapi dalam waktu bersamaan juga bersifat tertutup.

Ini adalah Introvert, dan gue adalah introvert.

Introvert adalah sifat dan karakter yang cenderung tertutup dan menyendiri. berlawanan dengan sifat Ekstrovert yang periang—membutuhkan keramaian, interaksi sosial ruang yang luas dan sebagainya. Introvert terlalu sensitif terhadap Dopamine, sehingga terlalu banyak rangsangan eksternal melelahkan mereka. Sebaliknya, ekstrovert seolah selalu kekurangan Dopamine, mereka membutuhkan Adrenalin agar otak mereka menciptakan Dopamine. Dari total populasi dunia, hanya 25% adalah introvert. Artinya Introvert adalah minoritas.


Seorang Introvert senang menjelajahi ruang pikirnya, dia adalah pemikir yang dalam, mampu melihat suatu hal dari segala sisi. Biasanya mempunyai hobi membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, dan aktifitas yang mengekspresikan kreatifitas (menulis kreatif, musik dan seni,). Haus dengan segala hal yang berbau informasi.

Seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang. Oleh karena itu dalam perdebatan dia biasanya netral dan menghindari konflik.

Interaksi sosial Seorang introvert berbeda dengan seorang ekstrovert. Dia menikmati aktifitas dalam kesendirian atau dengan sedikit orang. Lebih memilih mengekspresikan idenya dengan menulis daripada membicarakannya, karena dalam menulis dia dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain. Dalam berkomunikasi cenderung tanpa menatap lawan bicara.

Dalam diskusi seorang introvert lebih senang mendengar daripada bercerita. Tapi bukan berarti pendiam, nggak peduli atau nggak mengerti, tapi dia sedang menganalisa. Oleh karena itu dia cenderung menjadi pendengar yang baik. Tapi akan menjadi aktif setelah ada pada topik diskusi yang dia senangi atau yang dia kuasai.

Introvert kurang suka pergi keluar, berada di depan umum untuk waktu yang lama. Karena bagi dia, berada di sekeliling orang adalah hal yang akan menghabiskan energinya. Dia akan mengambil data dan situasi dengan sangat cepat, mengumpulkan informasi dan memproses pengalamannya, sehingga merasa tidak perlu berlama - lama. Seorang introvert juga tidak mampu menikmati undangan acara pernikahan, dia akan menghabiskan waktunya dengan satu atau dua orang untuk membicarakan topik yang dia benar-benar kuasai.

Untuk menjaga dirinya tetap ‘bernergi’ dan ‘stabil’, dia membutuhkan waktu dan ruang pribadi, lebih suka menyendiri dalam kamar dengan pintu tertutup. Tapi sikap ini menimbulkan banyak salah paham, karena sering diterjemahkan sebagai tanda depresi, atau atau anti sosial. Juga selalu dikritik pemalu, sombong, pendiam dan kurang pergaulan (kuper). Padahal, Introvert nggak selalu berkaitan dengan mudah depresi, anti sosial, sifat pemalu, pendiam dan sombong.


Persahabatan dan pertemanan adalah hal yang nggak mudah untuk diawali oleh seorang introvert, karena akan menguras energinya. Dia selalu mengamati dan mencoba beradaptasi dengan suasana sebelum bergabung. Dalam pergaulan seorang introvert lebih menyukai satu atau dua sahabat dekat dan memilih berkumpul dengan teman paling dekat saja, meskipun dia mampu mengenal banyak orang.

Mahatma Gandhi adalah Introvert, cara pemikirannya berbeda. Ghandi bersikeras memperjuangkan perdamaian demi  kebersamaan. Ia menetralkan semua bentuk perbedaan.


Di dunia seni, Introvert adalah penguasa. Dia adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Karena dia dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah Adikarya.
Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist


Selain Mahatma Ghandi, ada pula tokoh dunia yang lainnya, yaitu Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling. Dia mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan dia. Jika kau senang dengan kartun dan tokoh pahlawannya, maka hampir dari semua pahlawan itu bersifat Introvert. Saat tak dibutuhkan dia menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting dia berubah menjadi sosok yang luar biasa.

Gue adalah Introvert
"Kamu jalan - jalan kek, kemana gitu? jangan kuper. di rumah melulu." Itu adalah kalimat yang meluncur dari Bapak.

Mungkin beliau takut kalau anaknya akan berakhir menjadi seorang kutu buku, takut gue akan sulit bersosialisasi dan kuper. Andai beliau tahu, kalau gue lebih nyaman dirumah daripada jalan - jalan, lebih suka surfing di internet daripada surfing di bali (gak mungkin juga). Karena gue adalah seorang Introvert.

Gue sendiri butuh waktu lama untuk menyadari kalau gue Introvert. Karena buat gue Introvert terlalu ekstrim kalau bandingkan dengan sifat – sifat gue selama ini. Tapi ternyata itu salah, karena menurut penelitian tidak pernah ada yang benar – benar murni Introvert dan murni ekstrovert. Pernah merasa gak percaya, gue ambiil tes kepribadian pada situs ini
Dan hasilnya...


Kesimpulan: Gue beruntung lahir introvert, karena lebih sering individualis, berbeda, kurang mengikuti banyak orang dan selalu memiliki waktu sendiri yang berkualitas. Kalian yang merasa Introvert juga jangan takut untuk menjadi Introvert, penyesuaian diri dengan dunia yang serba ekstrovert adalah tindakan yang salah dalam membentuk kepribadian yang berkualitas.


1 komentar:

  1. setelah baca postingan loe, kayanya gue introvert deh ;;)

    BalasHapus