Tampilkan postingan dengan label Lagi Error. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Error. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Pacaran Anti Mainstream: membunuh bersama pacar.



Mmh, terus terang dua hari ini gue terusik oleh sebuah berita yang cukup menghebohkan. Yaitu berita tentang ‘sepasang kekasih membunuh temannya sendiri—korbannya merupakan mantan dari si cowok—. Sebut saja mereka, Pembunuh. Ya, pembunuh, gue memilih untuk gak untuk menulis nama – nama pembunuh serta nama korban disini.

Heran ya, kenapa bisa sepasang kekasih yang sedang monyet - monyetan Cinta malah membunuh. Apakah keduanya sama – sama punya potensi seorang pembunuh dan ketika mereka dipertemukan jiwa pembunuh mereka serta merta keluar. Jadi ingat tagline Film Killers, ‘dalam diri kita, hidup pembunuh’ *muka kejam, Halah banyakan nonton. Atau, karena si Cowok berkeinginan untuk benar - benar move on, dibantu oleh sang cewek, keduanya berusaha ‘menghilangkan’ masa lalunya dari ingatan sang cowok. (juga dari dunia ini). Atau, mungkin keduanya baru nonton bareng Film Killers dan sangat menghayati film tersebut. Entahlah. Hanya tuhan yang tahu, sedangkan gue, cuma sok tahu.

Ok, lanjut. Ketika mendengar berita ini, gue gagal paham dengan bentuk cinta mereka. Merasa penasaran, gue mulai menelusuri keseluruhan berita tentang pembunuhan ini. Dan gue menemukan dua fakta yang cukup mencengangkan dalam dunia percintaan remaja modern saat ini.

Fakta pertama: Pembunuhan ini direncanakan.

Dari kutipan di kompas, pembunuhan ini ternyata direncanakan seminggu yang lalu sebelum kejadian. Ya, kedua pasangan ini sudah merencanakan pembunuhan ini. Gue penasaran, apa sih yang mereka bicarakan saat merencanakan pembunuhan ini? Mungkin mereka agak anti mainstream, merasa melihat pasangan lain udah terlalu mainstream karena kalau pacaran cuma jalan - jalan liburan atau nonton bioskop, pasangan ini malah merencanakan sebuah skenario pembunuhan.... benar - benar pacaran anti mainstream. Serta ekstrim.

Pasangan agak normal:
Cewek: Sayang, minggu besok kita jalan – jalan yuk.
Cowok: Kemana? Ngapain?
Cewek: mmmh, kamu maunya kemana? Terus ngapain?
Cowok: Gimana kalau ke bioskop. Jadi calo tiket.
Cewek: ..

Pasangan Killer:
Cewek: Sayang, minggu besok kita jalan – jalan yuk.
Cowok: Kemana? Ngapain?
Cewek: mmmh, kamu maunya kemana? Terus ngapain?
Cowok: mmmmmh, (mikir keras) gimana kalau kita ke stasiun, ngebunuh orang. (agak malu – malu).
Cewek: Oh, boleh sayang. Bunuh siapa?
Cowok: Mantan aku. Aku belum move on dari dia (Muka melas sambil manyun - manyun)
Cewek: Oh! Ayok!
Maka dibuatlah rencana pembunuhan yang kejam sekaligus mesra dan romantis. Maklum, ngebunuhnya sama pacar, pacar baru lagi.

Ya, kira – kira seperti itu.

Fakta kedua: Korban gak langsung dibunuh, tapi disetrum berkali – kali.

Dengan modus ketemuan di stasiun Gondangdia, kedua pelaku berpura – pura ingin mengantarkan korban ke Goethe Institute—tempat korban mengikuti kursus bahasa jerman—namun, bukannya bisa kursus bahasa Jerman dan pergi ke Jerman dan menikah dengan orang jerman, serta mendapatkan anak – anak blasteran Jerman yang lucu (halah), korban malah di setrum. Lebih tepatnya, di setrum berkali – kali.
Terus terang, otak gue bagian paling physco pun gue masih gagal mengerti bagaimana mereka bisa berpacaran sambil menyiksa orang. Apa yang membuat mereka begitu kejam dan romantis dalam waktu bersamaan. Apakah mereka ini telah teracuni sinetron – sinetron awal tahun 2010 an yang banyak berisi penyiksaan karena soal percintaan. Ya, bisa jadi mereka korban sinetron. Tapi apappun itu, yang jelas, pacaran seperti ini sungguh amoral. Banget.
Gue penasaran, bagaimana sih mereka berkomunikasi dalam menjalankan ‘operasi hilangkan mantan’ ini.

“Kamu aja yang bunuh duluan.” Kata sang cowok.
“Gak ah. Kamu aja.” Sambil malu – malu.
“Ih, kamu tuh ya, kan aku tadi udah nyetrum,” gerutu sang cowok dengan memanyunkan mulutnya serta menunduk sedikit manja. Ngambek deh.
“Oke deh, demi kamu, yang penting kamu bisa move on, apapun aku bantu.” Sambil ngelus pipi sang cowok, yang disambut senyuman sang cowok. (hoek)
Keduanya lalu makin mesra dan romantis, yang juga meningkatkan semangatnya dalam berpacaran (baca: membunuh).

Kesimpulan Kejadian: Keduanya anti mainsttream (baca: Phycho).
Sang Cowok ingin move on, tapi karena tidak mampu sepenuhnya move on, sang cowok akhirnya move on dengan cara yang ekstrim. Sang cewek, seperti kebanyak cewek yang menolak menerima pacarnya masih komunikasi sama mantan, membantu sang cowok. Sungguh tipkal cewek sekarang (yang cewek, ngaku gak?)

Rasulullah pernah bersabda: Cintailah sesuatu itu dengan biasa – biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatau yang kamu benci. Dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa – biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cntai. (HR: bukhari, abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari abu hurairah)

Rasul telah menasihati kita agak rasa cinta dan kebencian jangan terlalu berlebihan, dalam kasus ini, keduanya mungkin terlibat cinta buta yang berlebihan, dan memendam kebencian yang 'memaksa' mereka bertindak irasional.

Bagaimana dengan loe semua, apakah berlebih – lebihan dalam mencintai dan berlebih – lebihan dalam membenci. Kalau iya, waspada karena dalam diri kita hidup seorang pembunuh (Apa sih?!). Maksud gue adalah, adakalanya kita jangan berlebihan dalam mencintai, karena apa yang kita cintai belum tentu baik buat kita. Contohnya ya, dua pasangan ini.

Cintai apapun sekedarnya saja. Juga membenci sekedarnya saja. tapi, bersyukur harus sebanyak – banyaknya.
-Prof. Dr. M. Quraish Shihab

Jumat, 01 Februari 2013

Jawab Bodor™


Beberapa waktu lalu gue twitteran (asik), dan kebetulan secara kepo gue follow sebuah akun, akun itu bernama @JawabJU*tuuut* (sensor) mungkin kalian juga tahu? Ini adalah sebuah akun yang begitu kreatif dan memiliki banyak follower, beda kaya akun gue yang followersnya cuma 140ribu, (itu sudah termasuk bakteri serta kuman yang nempel di follower gue).


Jadi, JawabJU*tuut* itu kayak ngasih kita sebuah pertanyaan, lalu bisa kita jawab, Beberapa pertanyaan agak lucu dan pertanyaan lain malah agak ambigu. Tapi tetap banyak followers-nya.



Dan dari fakta ini, gue curiga, orang yang follow akun @jawabJU*tuuut* adalah memang orang - orang kurang ditanya dirumahnya, atau memang urang yang kurang diperhatiin sama orang lain, jadi mau banget gitu ditanya, akhirnya follow akun @JJ, akun yang kerjaannya nanya - nanya. Hehe. Kreatif, sangat kreatif.

Dan suatu hari, gue pernah aktif menjawab beberapa pertanyaannya, dan inilah jawaban dari beberapa pertanyaannya.

@JJ
@mharluck  = Gue

@JJ: Ikhlas gak seumpama gebetan kamu lebih menyukai orang lain daripada kamu?
@mharluck: Ikhlas gak ikhlas, yang penting halal.

@JJ: Nyesek gak kalo liat gebetan jalan sama orang lain?
@mharluck: nyesek kalo ngeliatnya sambil dicekek gebetan.

@JJ: Seberapa sering kamu ngegalau di timeline?
@mharluck: no coment T_T

@JJ: Kamu malam paling cepat tidur jam berapa? Alasannya?
@mharluck: kalo udah malam akika keluar lah bomangkal kita. Yuuk.

@JJ: Olahraga apa yang pengen banget kamu kuasai?
@mharluck: karambol olahraga bukan?

@JJ: Pulsa 10rb bisa buat berapa lama?
@mharluck: min, dripd beli pulsa, beli celana dalem aja,bisa dapet 3, lumayan, biar si otong gak jamuran

@JJ: Pertama kali nonton Bioskop film apa sih? Masih inget gak?
@mharluck: Gak suka kebioskop, sukanya nonton film di indosiar.

@JJ: Menurutmu, siapa cewek terkeren di anime?
@mharluck: roro jongrang tokoh anime bukan?

@JJ: Pilih JOMBLO atau pacaran tapi hanya sekedar STATUS?
@mharluck: Jomlo adalah pacaran yang tertunda. *eh

@JJ: Kata yang pas untuk orang yang suka rebut pacar orang lain?
@mharluck: quh benci kmuh!

@JJ: Seandainya tersesat di tengah hutan dan tanpa HP, apa yg km lakukan?
@mharluck: nyari konter HP, beli HP.

@JJ: Lebih prefer nonton di Bioskop atau DVD?
@mharluck: gak ada duit, download pake wifi kampus.

@JJ: Mending balikan sama mantan yang masih kamu sayang atau ditembak sama gebetan?
@mharluck: mending balikan sama mantan, kalau ditembak nanti mati. Dor!

@JJ: Pernah gak kamu berubah demi orang lain?
@mharluck: pernah, waktu ada orang lain diculik monster, gue berubah jadi power renjer.

@JJ: Pernah gak sih tanpa sengaja keluar rumah pake baju terbalik?
@mharluck: pernah, pake baju di celana, celana di baju.

@JJ: Apa yang kamu lakuin kalo mantan kamu masih suka cemburuan?
@mharluck: gue bilang ‘bambang, kamu bukan siapa – siapa aku lagi’

@JJ: Gimana cara kamu ngadepin pacar yang suka nuntut?
@mharluck: panggil pengacara, tuntut balik.

@JJ: Kalo ke sekolah itu yang bikin semangat ketemu pelajaran atau ketemu doi?
@mharluck: doi itu siapa? nama orang? Di sekolah jadi guru?

@JJ: Pernah gak km dimanfaatin sama pacar km?
@mharluck: gak pernah, manfaatin sering.

@JJ: Kamu suka anak kecil gak? Alasannya?
@mharluck: gak suka, bukan faedofil.

@JJ: Gimana rasanya ngangenin orang yg sama sekali gak kenal sama kita?
@mharluck: siapa? Gue? gak gue gak pernah kaya gitu, jadi gatau rasanya.

@JJ: Pernah gak kamu ngutang saat makan di kantin sekolah/kampus?
@mharluck: sering banget, jangan bilang – bilang ya, sering gak bayar juga.

@JJ: Lebih suka batagor atau siomay?
@mharluck: Mau tahu aja, apa mau tahu banget?

@JJ: Apa yg kamu gak suka dari diri kamu sendiri?
@mharluck: idung gue yang mancung. hahahaha.

@JJ: [Muslim] Kamu suka nunda2 waktu sholat gak?
@mharluck: beuh, (langsung sholat gue pas liat tweet ini)

@JJ: Kamu pernah nangis gara2 nonton sinetron gak?
@mharluck: pernah, sinetron kiansantang drama banget. hiks

@JJ: Menurut kamu, kamu kurus atau gemuk?
@mharluck: menurut lo?

@JJ: Suka iri gak sama temen yg udah berumah tangga?
@mharluck: gak, dirumah gue juga ada tangga.

@JJ: 3 kata buat orang yg suka ingkar janji?
@mharluck: Lo! Gue. END!

@JJ: Berapa hari kamu pernah gak ganti celana dalem?
@mharluck: kalau gue kasih tau, temen gue pada kabur nanti.

@JJ: Hal apa yang bikin kamu illfeel ama temen sebangkumu?
@mharluck: ngepetnya, karena gue pernah sebangku sama babi ngepet.

@JJ: [Cewek] Lebih tertarik sama cowok handsome atau famous?
@mharluck: berduit. (meskipun gue bukan cewek, tapi gue jawab)

@JJ: Lebih milih naek kereta atau naek pesawat? Alasannya?
@mharluck: Kereta. Bokek.

Sekian.
Buat @JawabJUJU*tuut* semangat, kembangkan kreatifitas, sukses dengan buku keduanya #BookPartyLove.



Akhir kata: Sosial media memang telah merubah gaya hidup kita semua, kita bisa mencurahkan pikiran kita mengunakan socmed. Maka dari itu, lebih baik tuangkan hal positif daripada menggalau, berkaryalah, buat socmed kamu lebih cerah tanpa status suram. Selamat berkarya.


Minggu, 20 Januari 2013

Beliin Mamah: Bubur, Ikan Mas dan Tempe.

20 Januari 2013
Jam. 7.00.
“Ki, beliin Mamah bubur deh, ya.” Emak meminta gue membeli bubur.
“Gak pake sambel, kan?” Tanya gue.
“Iya, Cepet ya.”
Gue lalu berjalan keluar. Tapi Emak memanggil gue.
“Eh, ki.. Ki!” Panggil Emak,  “sekalian beli tempe juga ya, gak ada tempe ternyata.”
Gue pun berlalu ke kejauhan. Namun baru sampai diruang tamu Emak gue memanggil lagi.
“Eh.. Ki!” Panggil Emak.
Gue terdiam.  Lalu berbalik badan. “Apa, Ma?”
“Sekalian deh, beliin ikan Mas hidup. Se-kilo”
Gue mengangguk.
“Kalau gak salah sih sekarang 27 (ribu) perkilonya, tawar aja 25 (ribu). Tapi kalau sampai ada apa – apa, bilang aja udah biasa sama Mamah.”
Kalau ada apa - apa? Maksudnya ‘kalau ada apa – apa’ itu apa? Apa maksudnya adalah pas gue tawar – menawar dengan penjual Ikannya, gue nawar kemurahan dan tiba – tiba penjual ikannya langsung emosi, marah - marah. Matanya melotot – lotot, badannya langsung jadi gede, besar berotot dan warna kulitnya berubah jadi hijau. Terus dia ngamuk -  ngamuk banting – banting toko.
Dan ketika hal buruk itu semua terjadi, gue tinggal diam dan menyebut nama: ‘Mamah.’
Gila! Ini pasar atau apa?
Kembali ke cerita. Gue berjalan keluar rumah dan bersiap berangkat setelah mendapatkan intruksi dari Emak. Gue tiba - tiba terdiam, kepikiran sesuatu. Lalu kembali lagi ke dalam rumah. “Belinya di tengah pasar, ma?” Tanya gue gak yakin.
“Iya,” kata emak gue sambil duduk di meja makan.
“Entar kalau nyasar gimana?” Tanya gue. Berjalan ke dalam pasar sendirian adalah hal yang jarang gue lakukan, biasanya gue ke pasar berdua dengan Emak. Kalau cuma sendirian, gue takut nanti tiba – tiba kehilangan arah dan tersesat. Lalu Emak gue harus menelpon tim SAR untuk mencari gue. Bukan karena gue yang hilang tapi karena ikannya belum datang.
“Ah, kamu,” Emak gue menghela nafas, memunculkan muka datar. "Nih, tinggal masuk ke pasar..." Emak lalu menjelaskan arah menuju penjual ikan dan jalan – jalan di koridor pasar beserta toko – toko didalamnya lengkap dengan nama penjual – penjualnya. Sementara gue hanya memperhatikannya dengan begitu seksama. “Udah gitu doang. Ngerti kan? deket kok.” kata emak gue berusaha meyakinkan gue.
“Ah..?” Gue bereaksi bingung. Cengo, mulut nganga. Ngomong bahasa apa emak gue barusan?
“Ah, ya udah lah. Pokoknya kamu keliling – keliling pasar aja, nanti juga ketemu. Masa masih nyasar aja?”
Gue memang orang yang selalu nyasar. Entah kenapa. Buat gue jalan – jalan yang memiliki bentuk sama seperti di Mall - mall atau pasar - pasar atau yang berbentuk koridor itu bisa dengan mudah membuat gue bingung. Bahkan gue pernah berjalan di komplek perumahan dekat rumah yang bentuk rumah sama semua. Dan tepat sekali, gue nyasar. Saat itu gue langsung menyadari kalau gue adalah seseorang yang selalu salah mengambil jalan.
Setelah mendengar penjelasan emak gue yang gue kurang ngerti, gue berlalu menuju depan rumah dan berangkat. Misi gue pagi hari ini adalah:
1.       Membeli bubur.
2.      Membeli Tempe dan,
3.      Membeli Ikan Mas.